Kamis, 06 Juni 2013

Obat Sakit Hati Hepatoprotektor

hepatoprotektor


Ketika seseorang mengalami kerusakan, atau mempunyai potensi sakit hati, apakah yang dicari? Kalau menurut Opick, tentu perlu "Tombo Ati". Tentu bukan "tombo ati" seperti itu yang saya maksud. Juga bukan obat sakit hati karena asmara. Bukan itu. Tapi dalam arti medis, yaitu hepatoprotektor.

Banyak sebab yang membuat hati mengalami kerusakan. Apakah itu karena virus, seperti pada hepatitis, obat-obatan, makanan, racun dan polutan, atau gangguan lainnya. Hal tersebut yang membuat sakit hati, seperti terkena hepatitis, kanker hati/sirosis hati, batu empedu, insufisiensi hati, radang kandung empedu, ikterik, dan hati yang berlemak.

Untuk hal-hal tersebut di atas itulah perlu hepatoprotektor, senyawa obat yang memiliki efek teurapeutik, untuk memulihkan, memelihara, dan mengobati kerusakan dari fungsi hati. Cara kerja hepatoprotektor adalah dengan memberikan perlindungan pada hati dari kerusakan akibat racun, obat-obatan, dan gangguan lainnya.

Sampai saat ini belum ada obat yang disetujui sebagai hepatoprotektor, namun ada beberapa tanaman herbal yang diakui sebagai hepatoprotektor. Tanaman herbal yang digunakan untuk tujuan medis dapat diberikan dalam bentuk pil, serbuk, atau diseduh. Beberapa sediaan herbal tersebut berupa fitofarmaka, yaitu sedian herbal yang telah di standarisasi.

Kemampuan herbal sebagai hepatoprotektor ini diketahui dengan berbagai mekanisme, di antaranya adalah dengan adanya potensi antiinflamasi,adanya kemampuan sebagai antioksidan, efek koleretik dan kolekinetik, meningkatkan regenerasi sel-sel hati dengan meningkatkan sintesis protein, dan menjaga integritas membran sel.

Penelitian-penelitian efek hepatoprotektor dari tanaman obat kini telah banyak dilakukan. Departemen Kesehatan RI telah menyatakan dalam buku “Acuan Sediaan herbal”, simplisia yang kita kenal dari tanaman Sambiloto (Andrographis paniculata Nees.), kunyit (Curcuma domestica), dan temulawak (Curcuma xanthorrizha) adalah tanaman yang diakui memiliki efek sebagai hepatoprotektor.

Beberapa sediaan herbal tersebut yang beredar dipasaran diantaranya Hepamax, Biocurcem, Imreg, HP Pro dan lain-lain. Jadi, jika menari hepatoprotektor, cari saja di apotek ya..

Rabu, 05 Juni 2013

Tips Memilih Sikat Gigi Yang Tepat

 sikat gigi


Saat ini banyak sekali model dan merk sikat gigi yang beredar. Semuanya selalu mengaku paling ahli dalam urusan membersihkan gigi. Masak semuanya nomer satu? Tentu tidakkan? Namun kalau saya ditanya mana yang terbaik, tentu saya bingung juga.

Meski memilih sikat gigi tak sesusah memilih jodoh, tapi ternyata cukup bingung juga kalau ditanya mengapa memilih merk A, bukan merk B. Biasanya jawaban saya yang sesuai dengan iklan di televisi itu. Payah juga saya... jadi korban iklan.

Namun ada juga tip dari dokter gigi kenalan saya tentang memilih jenis sikat gig. Pada prinsipnya memilih sikat yang lembut karena sikat keras dapat merusak lapisan enamel dan melukai gusi.

Dengan menyikat gigi secara teratur, kebersihan gigi dan mulut pun akan terjaga, selain menghindari terbentuknya lubang-lubang gigi dan penyakit gigi dan gusi. Agar tidak bingung dalam memilih jenis sikat gigi, simak tip dari dokter gigi kenalan saya ini ya..
  • Gunakan sikat gigi yang bagian kepalanya cukup kecil sehingga bisa digunakan dengan baik dalam rongga mulut. Bagi orang dewasa panjang kepala sikat gigi 2,5 cm, sedangkan pada anak 1,5 cm.
  • Pilihlah bulu sikat gigi yang memiliki panjang yang sama. Sikat gigi dengan bulu yang panjangnya berbeda tidak dapat membersihkan permukaan datar tanpa menimbulkan tekanan pada beberapa bulu sikat.
  • Perhatikan Tekstur bulu sikat, Pilihlah sikat gigi yang lembut bulunya. Bulu sikat yang keras bisa merusak jaringan. Yang terlalu lunak pun dikhawatirkan tidak dapat membersihkan plak dengan sempurna. Yang paling tepat sikat gigi dengan kekakuan bulu sikat medium.
  • Pilihlah sikat gigi dengan gagang sikat yang mudah dipegang kuat dan bisa dikontrol dengan baik, agar bisa menjangkau ke seluruh bagian dalam gigi.

Sekarang setelah sikat gigi dengan baik dan benar, dengan sikat gigi yang tepat pula... lalu tersenyumlah pada dunia..

Selasa, 04 Juni 2013

Penyakit Hepatitis A, B, C, D dan E, Apa Bedanya?

penyakit hepatitis



Penyakit hepatitis merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus. Penyakit ini menyerang hati, organ vital dalam tubuh karena memegang kunci seluruh proses metabolisme tubuh.

Terdapat 5 virus penyebab hepatitis. Dari jenis virus inilah penyakit hepatitis dinamakan hepatitis A, hepatitis B, hepatitis C, hepatitis D dan hepatitis E. Meskipun kelima virus tersebut memberikan gejala yang mirip, namun masing-masing memiliki keunikan dalam cara penularan dan dampaknya terhadap kesehatan. Namun yang paling banyak menjadi masalah kesehatan adalah hepatitis A, B dan C

Hepatitis biasanya disebutkan menggunakan salah satu dari dua istilah, “akut” atau “kronis”. Penyakit akut mempengaruhi seseorang untuk waktu yang singkat dan bisa sembuh dalam beberapa minggu tanpa efek berkelanjutan. Penyakit kronis berlangsung lama, kadang-kadang seumur hidup seseorang.

Penyakit Hepatitis A

Hepatitis A adalah satu-satunya hepatitis yang tidak serius dan sembuh secara spontan tanpa meninggalkan jejak. Penyakit ini bersifat akut, hanya membuat sakit sekitar 1 sampai 2 minggu. Virus Hepatitis A (HAV) yang menjadi penyebabnya sangat mudah menular, terutama melalui makanan dan air yang terkontaminasi oleh tinja orang yang terinfeksi. Kebersihan yang buruk pada saat menyiapkan dan menyantap makanan memudahkan penularan virus ini. Karena itu, penyakit ini hanya berjangkit di lingkungan dengan hiegene rendah.

Hepatitis A dapat menyebabkan pembengkakan hati, tetapi jarang menyebabkan kerusakan permanen. Anda mungkin merasa seperti terkena flu, mual, lemas, kehilangan nafsu makan, nyeri perut dan ikterik (mata/kulit berwarna kuning, tinja berwarna pucat dan urin berwarna gelap) atau mungkin tidak merasakan gejala sama sekali.

Virus hepatitis A biasanya menghilang sendiri setelah beberapa minggu. Untuk mencegah infeksi HAV, ada vaksin hepatitis A untuk menangkalnya.

Penyakit Hepatitis B

Hepatitis B adalah jenis penyakit liver berbahaya dan dapat berakibat fatal. Virus Hepatitis B (HBV) ditularkan melalui hubungan seksual, darah (injeksi intravena, transfusi), peralatan medis yang tidak steril atau dari ibu ke anak pada saat melahirkan.

Pada 90% kasus HBV menghilang secara alami, tetapi pada 10% kasus lainnya virus tersebut tetap bertahan dan mengembangkan penyakit kronis, yang kemudian bisa menyebabkan sirosis atau kanker hati. Banyak bayi dan anak-anak yang terkena hepatitis B tidak betul-betul sembuh, sehingga mendapatkan masalah liver di usia dewasa. Anda perlu berhati-hati dengan virus HBV karena dapat ditularkan oleh orang yang sehat (yang tidak mengembangkan penyakit hepatitis B) tetapi membawa virus ini.

Hepatitis B seringkali tidak menimbulkan gejala. Bila ada gejala, keluhan yang khas dirasakan adalah nyeri dan gatal di persendian, mual, kehilangan nafsu makan, nyeri perut, dan ikterik. Hepatitis B dapat ditangkal dengan vaksin. Anak-anak biasanya mendapatkan vaksin ini sebagai bagian dari program vaksinasi anak.

Penyakit Hepatitis C

Hepatitis C menular terutama melalui darah. Sebelumnya, transfusi darah bertanggung jawab atas 80% kasus hepatitis C. Kini hal tersebut tidak lagi terjadi berkat kontrol yang lebih ketat dalam proses donor dan transfusi darah. Virus ditularkan terutama melalui penggunaan jarum suntik untuk menyuntikkan obat-obatan, pembuatan tato dan body piercing yang dilakukan dalam kondisi tidak higienis.

Penularan virus hepatitis C (HCV) juga dimungkinkan melalui hubungan seksual dan dari ibu ke anak saat melahirkan, tetapi kasusnya lebih jarang. Seperti halnya pada hepatitis B, banyak orang yang sehat menyebarkan virus ini tanpa disadari.

Gejala hepatitis C sama dengan hepatitis B. Namun, hepatitis C lebih berbahaya karena virusnya sulit menghilang. Pada sebagian besar pasien (70% lebih), virus HCV terus bertahan di dalam tubuh sehingga mengganggu fungsi liver.

Evolusi hepatitis C tidak dapat diprediksi. Infeksi akut sering tanpa gejala (asimtomatik). Kemudian, fungsi liver dapat membaik atau memburuk selama beberapa bulan atau bahkan bertahun-tahun. Pada sekitar 20% pasien penyakitnya berkembang sehingga menyebabkan sirosis. Saat ini belum ada vaksin yang dapat melindungi kita terhadap hepatitis C.

Penyakit Hepatitis D

Hepatitis D, juga disebut virus delta, adalah virus cacat yang memerlukan pertolongan virus hepatitis B untuk berkembang biak sehingga hanya ditemukan pada orang yang terinfeksi hepatitis B. Virus hepatitis D (HDV) adalah yang paling jarang tapi paling berbahaya dari semua virus hepatitis.

Pola penularan hepatitis D mirip dengan hepatitis B. Diperkirakan sekitar 15 juta orang di dunia yang terkena hepatitis B (HBsAg +) juga terinfeksi hepatitis D. Infeksi hepatitis D dapat terjadi bersamaan (koinfeksi) atau setelah seseorang terkena hepatitis B kronis (superinfeksi).

Orang yang terkena koinfeksi hepatitis B dan hepatitis D mungkin mengalami penyakit akut serius dan berisiko tinggi mengalami gagal hati akut. Orang yang terkena superinfeksi hepatitis D biasanya mengembangkan infeksi hepatitis D kronis yang berpeluang besar (70% d- 80%) menjadi sirosis.

Tidak ada vaksin hepatitis D, namun dengan mendapatkan vaksinasi hepatitis B maka otomatis Anda akan terlindungi dari virus ini karena HDV tidak mungkin hidup tanpa HBV.

Penyakit Hepatitis E

Hepatitis E mirip dengan hepatitis A. Virus hepatitis E (HEV) ditularkan melalui kotoran manusia ke mulut dan menyebar melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi. Tingkat tertinggi infeksi hepatitis E terjadi di daerah bersanitasi buruk yang mendukung penularan virus.

Hepatitis E menyebabkan penyakit akut tetapi tidak menyebabkan infeksi kronis. Secara umum, penderita hepatitis E sembuh tanpa penyakit jangka panjang. Pada sebagian sangat kecil pasien (1-4%), terutama pada ibu hamil, hepatitis E menyebabkan gagal hati akut yang berbahaya. Saat ini belum ada vaksin hepatitis E yang tersedia secara komersial. Anda hanya dapat mencegahnya melalui penerapan standar kebersihan yang baik.

Kebersihan adalah pangkal kesehatan. Begitu juga dengan penyakit hepatitis. Semakin bersih lingkungan, semakin kecil juga kemungkinan terserang penyakit hepatitis.

Senin, 03 Juni 2013

Mengobati Penyakit Gondongan Yang Tepat

gondongan
Gondongan bukanlah penyakit yang membahyakan. Namun jika menyerang anak-anak, tentu merepotkan. Sebab anak-anak akan demam dan rewel. Apalgi di musim kemarau. Virus Paramyxovirus penyebab gondongan lebih mudah di udara. Penularannya akan lebih cepat.

Gondongan (parotitis atau mumps) merupakan radang di kelenjar ludah yang disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri. Penyakit ini bersifat menular. Anak-anak biasanya paling sering terkena penyakit ini, terutama ketika daya tahan tubuh menurun. Pada orang dewasa lebih jarang, sebab daya tahan tubuhnya relatif lebih kuat.

Gejala Gondongan

Diketahui bahwa pengakit gondongan disebabkan oleh virus. Bakteri Staphylococcus juga dapat menyebabkan gondongan. Karena itu gejala yang ada berbeda, tergantung penyebabnya.

Jika gondongan disebabkan oleh virus Paramyxovirus maka gejalanya sebagai berikut :
  • Demam yang cepat naik
  • Bengkak di bagian atas leher atau pipi bagian bawah
  • Sulit menelan dan muncul gejala seperti flu
  • Biasanya tidak berasa atau hanya sedikit sakit.

Sedangkan jika penyebabnya adalah bakteri seperti Staphylococcus maka gejala yang muncul sebagai berikut :
  • Demam naik secara perlahan
  • Muncul kemerahan di daerah yang bengkak
  • Timbul rasa sakit yang hebat.

Obat Gondongan

Pengobatan untuk gondongan dilakukan sesuai dengan penyebabnya. Untuk infeksi virus, maka pemberian obat penurun panas seperti parasetamol (Pamol, Sanmol, Tempra)untuk meredakan demam. Selain itu beberapa suplemen seperti multivitamin (AD Plex, Apialys, Becombion) dan Imuno Booster (Stimuno, Igastrum, Imboost) diberikan untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Pemberian antivirus biasanya tidak diperlukan, sebab gondongan merupakan penyakit self limited, yang akan sembuh dengan sendirinya.

Jika disebabkan oleh bakteri, maka bisa ditambahkan obat antibiotik seperti Amoksisilin (Kalmoxillin, Amoxsan), kombinasi Amoksisilin dan Asam Klavulanat (Clavamox, Claneksi). Obat antibiotik golongan sefalosporin seperti Cefadroksil (Cefat, Longcef), Cefixim (Cefspan) juga bisa digunakan.

Sedangkan untuk mencegah penularannya, orang yang sakit dianjurkan untuk pakai masker karena kumannya bisa menular melalui droplet atau bercak dahak saat batuk. Bagi yang masih sehat, dianjurkan untuk melakukan vaksin MMR (Mumps/Measles/Rubella) dan juga minum multivitamin atau suplemen untuk enjaga daya tahan tubuh tetap fit.

Minggu, 02 Juni 2013

Tanda-Tanda dan Gejala Kanker Serviks

pemeriksaan kanker serviks
Saat ini, kanker serviks merupakan penyakit yang paling sering menyebabkan kematian wanita di negara-negara berkembang. Jumlah kasus yang tejadi berkisar pada 500.000 kasus pertahun di seluruh dunia, dengan usia rata-rata 52,2 tahun. Cukup tinggi jumlah pendereta kanker serviks ini.

Apa Itu Kanker Serviks?

Serviks merupakan organ bagian terbawah dari rahim. Terbagi menjadi 2 bagian, yaitu ektoserviks (serviks bagian luar) dan endoserviks (serviks bagian dalam). Tiap bagian terlapisi oleh sel yang berbeda. Kedua jenis sel tersebut bertemu di sebuah lapisan yang bernama Squamous Columnar Junction. Di junction ini lah terjadinya kanker serviks tersebut. Sebelum wanita memasuki usia pubertas, batas antara kedua lapisan sel tersebut masih jelas. Namun setelah wanita memasuki usia pubertas, serviks wanita membesar dan batas tersebut menjadi tidak jelas.

Penyebab terjadinya kanker serviks yang saat ini masih menjadi fokus utama adalah virus yang bernama Human Papilloma Virus (HPV). Virus ini ditemukan pada 80% kejadian kanker serviks. Virus papiloma yang berisiko tinggi lah yang dapat menyebabkan kanker. Contoh virus papiloma yang berisiko tinggi adalah virus papiloma tipe 16 dan 18. Infeksi tersebut dapat menyebabkan munculnya lesi-lesi (luka) di daerah kemaluan. Tidak semua lesi tersebut progres menjadi kanker. Ada faktor-faktor lain yang bisa mempengaruhi sebuah lesi berprogres menjadi kanker.

Faktor-faktor tersebut antara lain adalah kondisi dari wanita juga penting, seperti banyak melahirkan, status gizi yang kurang baik, dan faktor lingkungan seperti merokok, penggunaan kontrasepsi jenis oral dan kekurangan vitamin. Selain faktor-faktor tersebut, ada faktor lain seperti usia pertama kali menstruasi, usia pertama kali melakukan hubungan seksual (melakukan hubungan seksual pada usia muda lebih berisiko), jumlah pasangan untuk melakukakn hubungan seksual (sering berganti pasangan seksual dan berhubungan seksual dengan pria yang sering berganti-ganti pasangan seksual), riwayat infeksi berulang di daerah kelamin atau radang panggul. Semua hal tersebut dapat meningkatkan risiko terkena kanker serviks.

Apa Saja Tanda dan Gejala Kanker Serviks?

Ada beberapa tanda dan gejala kanker serviks yang harus diperhatikan oleh para wanita. Tanda dan gejala tersebut antara lain adalah perdarahan dari jalan lahir di luar siklus haid, terutama pada saat berhubungan atau pada wanita yang sudah memasuki masa menopause, keputihan yang tidak normal, nyeri pada perut bagian bawah atau di daerah panggul, ada bau yang tidak sedap dari vagina, atau jika kanker serviksnya sudah stadium lanjut mungkin akan ada gejala sesak napas, gangguan buang air kecil, dan sebagainya.

Pencegahan Kanker Serviks

Saat ini, kanker serviks bisa dicegah. Pencegahan primer dapat dilakukan dengan pemberian vaksin HPV dan pencegahan sekunder adalah dengan menemukan lesi awal dari kanker tersebut. Pemberian vaksin HPV ini efektif dilakukan sebelum seorang wanita melakukan hubungan seksual untuk pertama kalinya. Pemberian vaksin bahkan bisa mulai diberikan mulai usia anak 9 tahun. Vaksin virus papiloma ini berisi suatu partikel yang isinya dibuat mirip dengan partikel virus. Jadi tidak berbahaya. Vaksin ini harus diberikan selama 3 kali dengan merek vaksin yang sama.

Pencegahan kedua yaitu dengan melakukan pap smear rutin untuk wanita yang sudah memasuki kehidupan seksual. Pemeriksaan tersebut dapat dilakukan di pelayanan kesehatan terdekat seperti puskesmas, rumah bersalin, rumah sakit, bidan, klnik, praktek dokter, dll. Pemeriksaan ini dapat dilakukan kapan saja, kecuali sedang haid atau sesuai petunjuk dokter. Papsmear sebaiknya dilakukan 1 kali setahun.

Bagaimanapun pencegahan merupakan tindakan terbaik. Deteksi dini merupakan kunci dari pencegahan kanker serviks ini. Jadi, jangan segan melakukan pemantauan terhadap kondisi kesehatan diri, baik anada wanita yang sudah atau belum menikah. Oke??

Jumat, 31 Mei 2013

Obat Vertigo Yang Tepat

obat vertigo
Aku pulang dari apotek malam itu. Lembur, jadinya pulangnya agak malam. Badan terasa capek. Tapi yang membuatku merasa sanag menderita adalah rassa pusing ini. Kepala terasa berat, dan seperti berputar seperti gasing. Makanya sesampai di rumah, langsung aku rebahan di tempat tidur. Tapi rasa pusing ini tak juga hilang. Aku kena vertigo..

Apa Itu Vertigo?

Penyakit vertigo adalah perasaan seolah-olah penderita bergerak atau berputar, atau seolah-olah benda di sekitar penderita bergerak atau berputar, yang biasanya disertai dengan mual dan kehilangan keseimbangan.

Vertigo bisa berlangsung hanya beberapa saat atau bisa berlanjut sampai beberapa jam bahkan hari. Penderita biasanya merasa lebih baik jika berbaring diam, tetapi vertigo bisa terus berlanjut meskipun penderita tidak bergerak sama sekali.

Selain itu ada vertigo yang di sebut dengan benign paroxysmal positional vertigo. Penyakit ini  berupa vertigo terjadi secara mendadak dan berlangsung kurang dari 1 menit. Perubahan posisi kepala (biasanya terjadi ketika penderita berbaring, bangun, berguling diatas tempat tidur atau menoleh ke belakang) biasanya memicu terjadinya episode vertigo ini. Penyakit ini tampaknya disebabkan oleh adanya endapan kalsium di dalam salah satu kanalis semisirkularis di telinga bagian dalam.

Vertigo jenis ini sangat menyiksa, tetapi tidak berbahaya dan biasanya menghilang dengan sendirinya dalam beberapa minggu atau bulan. Gangguan ini tidak disertai hilangnya pendengaran maupun telinga berdenging.

Penyebab Vertigo


Vertigo bisa disebabkan oleh kelainan di dalam telinga, di dalam saraf yang menghubungkan telingan dengan otak dan di dalam otaknya sendiri. Vertigo juga bisa berhubungan dengan kelainan penglihatan atau perubahan tekanan darah yang terjadi secara tiba-tiba.

Keadaan Lingkungan, seperti kondisi mabuk perjalanan dapat memicu vertigo. Kelainan sirkulasi dan telinga, obat-obatan telah diketahui secara luas sebagai pemicu timbulnya vertigo. Oleh karena itu menghindari pemicu vertigo merupakan tindakan pencegahan yang baik.

Obat Vertigo


Beberapa obat untuk mengurangi vertigo yang ringan adalah Dimenhydrinate (Dramamine, Dramasine), Diazepam (Valisanbe), Lorazepam (Zypras), Meclizine, Scopolamine, atau Prochlorperazine.

Selain itu beberapa obat yang khusus untuk vertigo seperti Flunarizine (Frego, Unalium, Dizilium, Bartolium), Betahistin Mesilat (Mertigo) juga efektif untuk menghilangkan vertigo.

Dalam beberapa jam setelah minum obat, vertigo akan menghilang. Namun bukan berarti tak bisa klambuh. Sewaktu-waktu vertigo bisa menyerang. Karena itu sebaiknya bagi penderita vertigo, sedia obat selalu agar saat vertigo menyerang, anda sudah siap dengan obatnya..

Perlukah Pemberian Vitamin Untuk Bayi?

vitamin bayi
Apakah bayi memerlukan vitamin untuk pertumbuhannya? Tentu saja jawabannya adalah ya. Untuk tumbuh, bayi memerlukan berbagai zat gizi, termasuk vitamin dan mineral. bayi memerlukan zat tersebut agar tumbuh kuat dan sehat.

Bayi memperoleh semua gizi yang diperlukan dari asupan makanan yang diperolehnya. Jadi, meskipun bayi memerlukan vitamnin dan mineral, namun bayi tidaklah membutuhkan suplemen setiap hari, kecuali pada kondisi khusus.

Banyak orang tua beranggapan bahwa kebutuhan vitamin bayi akan terpenuhi hanya dengan mengkonsumsi bauh dan sayuran. Pendapat seperti ini tidaklah tepat. Sebab sayuran dan buah hanya mengandung vitamin C, E, K dan sebagian jenis vitamin B. Untuk vitamin A, B6, B12 dan D, biasanya dapat diperoleh melalui sumber hewani seperti hati, susu, serta berbagai produk olahannya. Sedangkan mineral yang diperlukan oleh tubuh bisa diperoleh dari bahan makanan seperti garam, ikan, udang, cumi, serta susu dan produk olahannya.

Kebutuhan Vitamin Bayi Baru Lahir


Untuk bayi yang baru lahir, seluruh kebutuhan vitamin dan mineralnya akan terpenuhi melalui ASI. Jadi, jika ibu ingin bayi Anda memperoleh cukup asupan vitamin dan mineral, cukup meningkatkan kualitas ASI, dengan cara makan dengan cukup dan seimbang komposisinya. Jika diperlukan, ibu bisa saja mengkonsumsi vitamin tambahan.

Bagaimana Menentukan Apakah Bayi Anda Memerlukan Suplemen atau Tidak?


Sebenarnya semuanya tergantung kondisi bayi yang bersangkutan – apakah ia menerima ASI atau susu formula sejak lahir, apakah ia lahir dalam kondisi normal atau prematur, apakah ia memiliki kelainan kesehatan, dan sebagainya.

Jika bayi Anda lahir prematur atau memiliki masalah kesehatan tertentu, berikanlah suplemen vitamin sesuai dengan arahan profesional medis. Nanti, ketika ia semakin besar dan mulai mengkonsumsi lebih banyak jenis makanan, pemberian supolemen biasanya tidak diperlukan lagi.

Untuk bayi yang sehat dan dalam masa pemberian ASI Eksklusif, masih banyak perdebatan mengenai perlu atau tidaknya memberikan suplemen. Sebagian besar mengatakan sama sekali tidak perlu. Sebagian ahli kesehatan mengatakan, seandainya pun perlu, paling-paling cukup dengan memberikan suplemen vitamin D – 400 IU setiap harinya, dengan alasan si bayi tidak memperoleh asupan vitamin D yang cukup melalui ASI. Menurut mereka yang berpendapat perlunya tambahan vitamin D untuk bayi yang sedang dalam program ASI Eksklusif, hal ini berbeda dengan bayi yang sejak awal mengkonsumsi susu formula. Ia tidak lagi memerlukan tambahan vitamin D, karena biasanya unsur ini sudah terkandung dalam susu formula.

Pada dasarnya, hingga usia 6 bulan, bayi yang menerima ASI Eksklusif tidak memerlukan suplemen. Yang perlu diperhatikan justru pola makan sang ibu. Pastikan ibu yang menyusui mengkonsumsi makanan yang mengandung cukup vitamin B12 (untuk mencegah Anemia pada anak), zat besi (juga berkaitan dengan Anemia), seng, serta kalsium. Seandainya pun diperlukan, maka sang ibu bisa saja mengkonsumsi suplemen multivitamin-mineral. Tentu saja dengan arahan dokter.

Setelah usia 6 bulan, jika bayi Anda tidak mengalami kesulitan memakan berbagai jenis makanan dengan jumlah yang cukup untuk usianya, maka suplemen vitamin tidak diperlukan. Suplemen baru menjadi alternatif ketika si kecil benar-benar susah makan atau memiliki masalah kesehatan yang kronis. Yang terpenting adalah dengan memberikan anak anda makanan yang bergizi dan berimbang agar pertumbuhan dan kesehatannya berkembang optimal.